Home / Ekonomi / Harga Beras Premium & Medium Lewati HET Awal September 2025

Harga Beras Premium & Medium Lewati HET Awal September 2025

Harga Beras Premium

Mediainfo.biz – Awal September 2025, harga beras premium dan medium masih melewati HET. Simak data zona, penyebab, dan dampaknya terhadap stabilitas pangan nasional.

1. Pendahuluan

Pada awal September 2025, masyarakat kembali menghadapi kenyataan bahwa harga beras—baik premium maupun medium—masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kehadiran fenomena ini menjadi sorotan karena menjaga stabilitas harga beras adalah kunci dalam mengendalikan inflasi dan memenuhi kebutuhan pangan nasional.


2. Data Harga pada Awal September 2025

Berdasarkan data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 1 September 2025:

  • Harga Beras Premium:

    • Rata-rata nasional: Rp 16.151/kg, naik sekitar 8,4% dari HET Rp 14.900/kg.
    • Zona 1: Rp 15.386/kg (+3,26%)
    • Zona 2: Rp 16.464/kg (+6,91%)
    • Zona 3: Rp 19.581/kg (+23,93%)

  • Harga Beras Medium:

    • Rata-rata nasional: Rp 14.026/kg, naik sekitar 4,38% dari HET Rp 13.500/kg.
    • Zona 1: Rp 13.516/kg (+0,12%)
    • Zona 2: Rp 14.151/kg (+1,08%)
    • Zona 3: Rp 16.775/kg (+8,23%)

Per 2 September 2025, tren serupa masih berlanjut:

  • Harga Beras Premium:

    • Rata-rata nasional: Rp 16.210/kg, naik 8,79% dari HET.
    • Zona 1: Rp 15.384/kg (+3,25%)
    • Zona 2: Rp 16.475/kg (+6,98%)
    • Zona 3: Rp 19.528/kg (+23,59%)

  • Harga Beras Medium:

    • Rata-rata nasional: Rp 14.050/kg (+4,07%)
    • Zona 1: Rp 13.530/kg (+0,22%)
    • Zona 2: Rp 14.141/kg (+1,01%)
    • Zona 3: Rp 16.569/kg (+6,9%)


3. Kebijakan HET Terbaru

Pada 22 Agustus 2025, Bapanas menerbitkan Keputusan Kepala Bapanas No. 299 Tahun 2025, menetapkan HET beras:

  • Harga Beras Medium:

    • Zona 1: Rp 13.500/kg
    • Zona 2: Rp 14.000/kg
    • Zona 3: Rp 15.500/kg

  • Harga Beras Premium:

    • Zona 1: Rp 14.900/kg
    • Zona 2: Rp 15.400/kg
    • Zona 3: Rp 15.800/kg

Penyesuaian ini dilakukan untuk mereduksi disparitas harga antar jenis beras dan mendekatkan harga medium ke premium. Bahkan wacana “beras satu harga” terus digaungkan untuk menyederhanakan klasifikasi ke depan.


4. Mengapa Harga Masih Naik?

Beberapa faktor yang memicu harga beras tetap di atas HET:

  • Biaya Produksi dan Distribusi Meningkat
    Kenaikan Harga Pokok Produksi (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani menjadi Rp 6.500/kg, sehingga penggilingan mengalami tekanan margin jika HET tidak disesuaikan. Penyesuaian medium adalah langkah responsif pemerintah agar distribusi tetap berjalan dan pasokan tercukupi.
  • Permintaan Relatif Tinggi & Rantai Distribusi Panjang
    Permintaan beras tetap kuat sementara biaya logistik menyebabkan harga di konsumen akhir sulit turun meski stok Bulog melimpah.
  • Tekanan Zona Jarak Jauh
    Zona 3 (Maluku & Papua) mengalami kenaikan paling signifikan karena ongkos kirim dan distribusi yang tinggi menjadikan harga di pasar lokal sangat melampaui HET.


5. Dampak terhadap Masyarakat & Stabilitas Pangan

  • Daya Beli Menurun
    Kenaikan harga menekan konsumsi rumah tangga terutama kelompok berpendapatan rendah.
  • Inflasi Pangan
    Kenaikan harga beras dapat mendorong inflasi yang tinggi karena beras merupakan kebutuhan pokok.
  • Ketimpangan Antarzona
    Zona terpencil seperti Papua menghadapi beban lebih berat dibanding daerah produksi.


6. Langkah Solusi yang Dipertimbangkan

Berbagai pihak menilai, beberapa strategi penting perlu diambil:

  1. Mempercepat Penyaluran Beras Bersubsidi (SPHP)
    HET beras SPHP tetap Rp 12.500/kg—lebih rendah dibanding reguler medium—dengan distribusi melalui koperasi dan ritel modern. Penyaluran 43.665 ton telah dilakukan sebagai langkah jangka pendek.
  2. Menguatkan Logistik dan Rantai Distribusi
    Efisiensi dari gudang hingga konsumen akhir bisa menekan harga di zona terpencil.
  3. Mendorong Alternatif “Satu Harga Beras”
    Penghapusan klasifikasi premium/medium dan penggunaan satu harga seragam untuk memudahkan pengawasan dan stabilitas harga.
  4. Pemantauan dan Reformasi Kebijakan
    Perlu evaluasi berkala atas HET dan intervensi reguler untuk menyesuaikan dengan realitas biaya produksi.


7. Kesimpulan

Awal September 2025 memperlihatkan kenyataan bahwa harga beras premium dan medium masih melampaui HET—meski ada penyesuaian pada HET medium. Ini menegaskan adanya tekanan biaya produksi, distribusi, dan disparitas antarzona.

Pemerintah telah menindaklanjuti dengan mengatur ulang HET, mempercepat distribusi SPHP, dan menjajaki kebijakan beras satu harga. Namun kerja ekstra dibutuhkan untuk memastikan harga pangan tetap terjangkau dan stabil di seluruh penjuru tanah air.

Tag:
kur 2026 dimulai lebih awal ini arah kebijakan terbarunya bunga kur tetap 6 persen dan dampaknya bagi umkm di 2026 penyaluran kur 2026 dipercepat apa yang perlu diketahui pelaku usaha kur 2026 fokus usaha produktif dan pengetatan seleksi transformasi kur 2026 dari pembiayaan ke penguatan umkm ketika angka rtp bertemu tradisi mahjong di era game digital mahjong digital dan ilusi peluang membaca rtp secara kritis mengapa rtp sering disalahpahami dalam permainan mahjong online diskusi game online 2026 dan posisi mahjong wins 3 di publik mengamati popularitas mahjong wins 3 dalam ekosistem game online kisah pekerja harian menguji mahjong ways dengan modal awal 45rb di sela waktu istirahat liputan redaksi perjalanan anak kos kenal mahjong ways berawal dari dana minim 60rb sorotan publik cerita pemain pendatang baru mencoba mahjong ways bermodal terbatas 50rb mahjong ways 2 dan narasi menang mengapa banyak yang salah paham membaca peluang menang di mahjong ways 2 lewat kacamata statistik mahjong ways 2 antara sensasi menang dan risiko yang sering terlupa mahjong wins 3 dan cara pemain memaknai kemenangan dalam game menang di mahjong wins 3 antara persepsi dan realita permainan mahjong wins 3 dan fenomena menang beruntun yang bikin penasaran kur 2026 dan respons pasar saham terhadap penyaluran kredit bunga kur tetap 6 persen bagaimana dampaknya ke saham bank penyaluran kur awal 2026 dan sentimen investor di bursa kur dorong umkm tumbuh apa artinya bagi pasar saham dari rasa penasaran hingga jadi rutinitas pengalaman bermain mahjong ways dengan modal 70rb catatan redaksi kisah ojek online mengisi waktu luang lewat mahjong ways modal awal 55rb laporan santai media lokal cerita pekerja shift malam bermain mahjong ways dana minim 48rb kenapa menang di mahjong ways 2 terasa dekat padahal tidak sederhana mahjong ways 2 dan angka rtp mengapa bukan ramalan kemenangan mitos pola menang mahjong ways 2 dan fakta di baliknya bagaimana pemain mengelola momen menang di mahjong wins 3 mahjong wins 3 dan pola menang yang sering disalahartikan saat menang di mahjong wins 3 kenapa kontrol diri jadi penting mahjong wins 3 dan psikologi kemenangan dalam permainan digital saham perbankan di 2026 saat kur jadi fokus pemerintah hubungan kur dan kinerja saham bank di tengah ekonomi 2026 kur 2026 fokus usaha produktif dan reaksi pelaku pasar saham jejak pengalaman pemain sederhana mengenal mahjong ways saat keuangan terbatas 45rb ulasan redaksi kenapa mahjong ways menarik bagi pemain bermodal awal di bawah 65rb dari obrolan warganet ke pengalaman nyata cerita mencoba mahjong ways dengan modal 58rb mahjong ways 2 saat kemenangan bikin lengah ini cara tetap terkontrol sorotan komunitas kisah perantau menguji mahjong ways berawal dari dana minim 52rb menang beruntun di mahjong ways 2 kebetulan atau ada penjelasan logis mahjong ways 2 dan psikologi menang bagaimana otak membaca keberuntungan mahjong ways 2 dan batasan bermain kenapa ini lebih penting dari menang membaca momen menang di mahjong wins 3 tanpa terjebak euforia mahjong wins 3 dari satu kemenangan ke keputusan berikutnya makna menang dalam game mahjong wins 3 menurut pengalaman pemain dari kredit umkm ke bursa membaca arah kur dan saham kebijakan kur terbaru dan harapan investor saham perbankan kur dan pasar saham 2026 membaca risiko dan peluang