Berita Kutai Timur 23001Berita Kutai Timur 23002Berita Kutai Timur 23003Berita Kutai Timur 23004Berita Kutai Timur 23005Berita Kutai Timur 23006Berita Kutai Timur 23007Berita Kutai Timur 23008Berita Kutai Timur 23009Berita Kutai Timur 23010Berita Kutai Timur 23011Berita Kutai Timur 23012Berita Kutai Timur 23013Berita Kutai Timur 23014Berita Kutai Timur 23015Berita Kutai Timur 23016Berita Kutai Timur 23017Berita Kutai Timur 23018Berita Kutai Timur 23019Berita Kutai Timur 23020Ejournal STIP Jakarta 2311Ejournal STIP Jakarta 2312Ejournal STIP Jakarta 2313Ejournal STIP Jakarta 2314Ejournal STIP Jakarta 2315Ejournal STIP Jakarta 2316Ejournal STIP Jakarta 2317Ejournal STIP Jakarta 2318Ejournal STIP Jakarta 2319Ejournal STIP Jakarta 2320Ejournal STIP Jakarta 2321Ejournal STIP Jakarta 2322Ejournal STIP Jakarta 2323Ejournal STIP Jakarta 2324Ejournal STIP Jakarta 2325Ejournal STIP Jakarta 2326Ejournal STIP Jakarta 2327Ejournal STIP Jakarta 2328Ejournal STIP Jakarta 2329Ejournal STIP Jakarta 2330Ejournal STIP Jakarta 2331Ejournal STIP Jakarta 2332Ejournal STIP Jakarta 2333Ejournal STIP Jakarta 2334Ejournal STIP Jakarta 2335Ejournal STIP Jakarta 2336Ejournal STIP Jakarta 2337Ejournal STIP Jakarta 2338Ejournal STIP Jakarta 2339Ejournal STIP Jakarta 2340Journal Cattleyadf Indonesia 061Journal Cattleyadf Indonesia 062Journal Cattleyadf Indonesia 063Journal Cattleyadf Indonesia 064Journal Cattleyadf Indonesia 065Journal Cattleyadf Indonesia 066Journal Cattleyadf Indonesia 067Journal Cattleyadf Indonesia 068Journal Cattleyadf Indonesia 069Journal Cattleyadf Indonesia 070Journal Cattleyadf Indonesia 071Journal Cattleyadf Indonesia 072Journal Cattleyadf Indonesia 073Journal Cattleyadf Indonesia 074Journal Cattleyadf Indonesia 075Journal Cattleyadf Indonesia 076Journal Cattleyadf Indonesia 077Journal Cattleyadf Indonesia 078Journal Cattleyadf Indonesia 079Journal Cattleyadf Indonesia 080Journal Cattleyadf Indonesia 081Journal Cattleyadf Indonesia 082Journal Cattleyadf Indonesia 083Journal Cattleyadf Indonesia 084Journal Cattleyadf Indonesia 085Journal Cattleyadf Indonesia 086Journal Cattleyadf Indonesia 087Journal Cattleyadf Indonesia 088Journal Cattleyadf Indonesia 089Journal Cattleyadf Indonesia 090Beriita Kutai Timur 23021Beriita Kutai Timur 23022Beriita Kutai Timur 23023Beriita Kutai Timur 23024Beriita Kutai Timur 23025Beriita Kutai Timur 23026Beriita Kutai Timur 23027Beriita Kutai Timur 23028Beriita Kutai Timur 23029Beriita Kutai Timur 23030Beriita Kutai Timur 23031Beriita Kutai Timur 23032Beriita Kutai Timur 23033Beriita Kutai Timur 23034Beriita Kutai Timur 23035Beriita Kutai Timur 23036Beriita Kutai Timur 23037Beriita Kutai Timur 23038Beriita Kutai Timur 23039Beriita Kutai Timur 23040ejurnal Setia Budi 04001ejurnal Setia Budi 04002ejurnal Setia Budi 04003ejurnal Setia Budi 04004ejurnal Setia Budi 04005ejurnal Setia Budi 04006ejurnal Setia Budi 04007ejurnal Setia Budi 04008ejurnal Setia Budi 04009ejurnal Setia Budi 04010ejurnal Setia Budi 04011ejurnal Setia Budi 04012ejurnal Setia Budi 04013ejurnal Setia Budi 04014ejurnal Setia Budi 04015ejurnal Setia Budi 04016ejurnal Setia Budi 04017ejurnal Setia Budi 04018ejurnal Setia Budi 04019ejurnal Setia Budi 04020Ejournal STIP Jakarta 2341Ejournal STIP Jakarta 2342Ejournal STIP Jakarta 2343Ejournal STIP Jakarta 2344Ejournal STIP Jakarta 2345Ejournal STIP Jakarta 2346Ejournal STIP Jakarta 2347Ejournal STIP Jakarta 2348Ejournal STIP Jakarta 2349Ejournal STIP Jakarta 2350Ejournal STIP Jakarta 2351Ejournal STIP Jakarta 2352Ejournal STIP Jakarta 2353Ejournal STIP Jakarta 2354Ejournal STIP Jakarta 2355Ejournal STIP Jakarta 2356Ejournal STIP Jakarta 2357Ejournal STIP Jakarta 2358Ejournal STIP Jakarta 2359Ejournal STIP Jakarta 2360Ejournal STIP Jakarta 2361Ejournal STIP Jakarta 2362Ejournal STIP Jakarta 2363Ejournal STIP Jakarta 2364Ejournal STIP Jakarta 2365Ejournal STIP Jakarta 2366Ejournal STIP Jakarta 2367Ejournal STIP Jakarta 2368Ejournal STIP Jakarta 2369Ejournal STIP Jakarta 2370
Home / Politik / Subandri Bachri Meninggal Setelah Tenggak Minyak Urut di Rutan

Subandri Bachri Meninggal Setelah Tenggak Minyak Urut di Rutan

Subandri Bachri

Subandri Bachri, tersangka korupsi di Lampung Timur, meninggal di Rutan Way Hui usai mengonsumsi minyak urut Gandapura yang dikira air zam-zam. Dugaan keracunan jadi fokus penyelidikan.

Kasus Singkat dan Identitas Korban

Pada tanggal 9 September 2025, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Timur, Subandri Bachri, yang sedang ditahan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan gerbang rumah dinas Bupati Lampung Timur, meninggal dunia saat menjalani masa penahanan di Rutan Kelas I Bandar Lampung (Way Hui). Proyek korupsi tersebut adalah proyek penataan kawasan gerbang rumah jabatan Bupati pada tahun anggaran 2022.

BACA JUGA : Charlie Kirk Ditembak di Area Kampus, Publik Geger


Kronologi Kejadian Menjelang Kematian

Beberapa titik waktu penting dalam peristiwa ini adalah:

  1. Hari sebelumnya (8 September)
    Siang hari, Subandri Bachri mengeluh gejala seperti mual, muntah, pusing, dan sesak napas. Ia dibawa ke klinik rutan untuk diperiksa. Dari sana, ia jalani perawatan seperti infus dan cuci lambung setelah didiagnosa keracunan atas konsumsi minyak urut.
  2. Malam hari
    Kondisinya sempat membaik dan dikembalikan ke kamar tahanan, tetapi kemudian keluhan muncul kembali: muntah-muntah, sesak napas, hingga kondisi umum menurun.
  3. Dini hari 9 September
    Subandri Bachri mengalami penurunan kesadaran. Sekitar pukul 05.00 WIB, ia dirujuk ke Rumah Sakit Airan Raya Bandar Lampung. Tim medis melakukan tindakan darurat, tetapi Subandri dinyatakan meninggal sekitar pukul 07.01 WIB.


Dugaan Penyebab dan Keterangan Resmi

  • Minyak urut merk “Gandapura” adalah produk yang dikonsumsi oleh Subandri Bachri. Karena dianggap “gurih”, ia mengira bahwa cairan tersebut adalah air zam-zam, bukan minyak urut.
  • Pemerintah Rutan melalui pihak medis menyebut bahwa gejala-gejala awal — mual, muntah, pusing, sesak napas — sesuai dengan tanda-tanda keracunan. Diagnosis akhirnya menyebutkan bahwa kandungan dalam minyak urut tersebut mengandung metil salisilat 100 persen, sehingga kasus ini dianggap sebagai intoksikasi metil salisilat.
  • Belum jelas apakah tindakan mengonsumsi minyak urut tersebut bersifat sengaja atau kesalahan (tidak sengaja). Subandri Bachri dikabarkan menyatakan bahwa ia meminum minyak urut tersebut karena mengira itu adalah air minuman biasa.


Tanggung Jawab dan Proses Hukum

  • Meskipun Subandri Bachri telah meninggal, pihak Kejaksaan Tinggi Lampung menegaskan bahwa kasus korupsi yang menjeratnya akan tetap dilanjutkan sesuai hukum. Artinya, penyelidikan, penyusunan bukti, dan proses hukum tidak otomatis berhenti karena kematian tersangka.
  • Jenazah diserahkan kepada pihak keluarga setelah pemeriksaan di rumah sakit. Pihak Rutan dan Kanwil Pemasyarakatan Lampung juga sudah memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi medis dan kronologi awal.


Pertanyaan dan Isu yang Mengemuka

Kematian ini memunculkan sejumlah pertanyaan dan perhatian publik:

  • Seberapa aman kondisi tahanan dari barang-barang seperti minyak urut yang bisa berpotensi fatal jika dikonsumsi? Ada kebutuhan tinjauan prosedur pengawasan barang dalam tahanan.
  • Apakah ada unsur kelalaian dari pihak rutan, baik dalam pengawasan, pelayanan kesehatan, maupun pemberian akses terhadap barang-barang berisiko?
  • Bagaimana protokol medis di Rutan saat menerima laporan gejala keracunan, dan apakah pelayanan medis telah memadai serta tepat waktu?
  • Bila Subandri Bachri mengira minyak urut itu air zam-zam, apakah memang ada kemiripan tampilan atau label yang membingungkan? Apakah ada edukasi atau tanda peringatan yang memadai di fasilitas tahanan?


Dampak dan Reaksi yang Timbul

  • Publik banyak menyoroti hak-hak tahanan dan keselamatan dalam sel tahanan. Kematian yang mendadak seperti ini memperkuat tuntutan agar fasilitas rutan ditingkatkan pengawasannya.
  • Keluarga korban menerima peristiwa sebagai musibah, tetapi tetap menginginkan kejelasan apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian.
  • Kejaksaan dan Pemasyarakatan menghadapi tekanan untuk memberikan transparansi dalam proses investigasi; termasuk menyampaikan hasil pemeriksaan medis dan penyebab kematian secara resmi.


Kesimpulan

Kematian Subandri Bachri, tahanan kasus korupsi di Lampung Timur, setelah mengonsumsi minyak urut yang dikira air zam-zam, adalah tragedi yang memicu banyak pertanyaan terkait pengelolaan tahanan dan standar keselamatan di rumah tahanan. Diagnosis awal menyebutkan keracunan metil salisilat sebagai penyebab utama, namun penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan apakah ini benar-benar kecelakaan, kelalaian, atau ada unsur yang lebih serius.

Meskipun sudah meninggal, proses hukum terhadap kasus korupsi yang melibatkan Subandri tetap berjalan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa fasilitas pemasyarakatan harus tidak hanya menjaga keamanan hukum tapi juga keselamatan fisik dan kesehatan para tahanan. Standar pelayanan kesehatan, pengawasan barang yang masuk ke sel tahanan, dan prosedur respons darurat harus dievaluasi dan diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang.

Tag:

RSS MEDIA INFO

Kategori

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930