Pas mempersoalkan kabar bahwa Azlan Johar direhatkan dari tugasnya sebagai pengulas siaran Piala Dunia 2026 setelah bekas pemain tim nasional itu diumumkan bergabung dengan partai pada Sabtu lalu. Partai menilai pemberhentian sementara, jika benar, dapat menimbulkan persoalan hak kebebasan berpersatuan dan berpolitik.

Setiausaha Agung Pas, Takiyuddin Hassan, menyatakan keprihatinan partai setelah menerima informasi soal langkah itu dan meminta penjelasan apakah langkah tersebut berkaitan langsung dengan pengumuman keanggotaan Azlan pada 13 Juni di Seremban. Pernyataan resmi partai dikeluarkan pada hari Senin.
Kekhawatiran soal hak asasi dan dampak penyiaran
Dalam pernyataan resminya, Pas menyoroti potensi pelanggaran hak individu jika tindakan rehat tersebut memang ada. Partai menggarisbawahi pentingnya menghormati hak untuk berpersatuan dan berpolitik sebagaimana dijamin dalam Perkara 10 Perlembagaan Persekutuan. Takiyuddin menekankan bahwa jika kabar itu benar, konsekuensinya tidak hanya membatasi kebebasan politik individu, tetapi juga bisa berdampak pada dunia penyiaran sukan nasional.
Pas juga mengatakan ingin memastikan apakah tindakan administratif semacam itu telah melalui proses yang wajar dan proporsional, serta meminta agar semua pihak terkait, termasuk pemerintah dan lembaga di bawahnya, tidak merampas hak asasi seseorang. Salah satu kutipan pernyataan partai yang dirilis berbunyi: “Pas berharap semua pihak yang berkaitan termasuk Kerajaan Malaysia dan agensi-agensi di bawahnya menghormati serta tidak merampas hak asasi seseorang warganegara termasuk hak untuk berpersatuan dan berpolitik seperti yang dijamin di bawah Perkara 10 Perlembagaan Persekutuan,” katanya dalam kenyataan pada Isnin.
Respons RTM: bantahan terhadap dakwaan
Menanggapi keprihatinan itu, Radio Televisyen Malaysia (RTM) membantah bahwa Azlan diberhentikan sementara karena bergabung dengan Pas. Ketua Pengarah Penyiaran, Ashwad Ismail, menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berasas dan menegaskan bahwa Azlan masih diberikan ruang untuk tampil dalam siaran rasmi RTM sehubungan dengan liputan kejohanan Piala Dunia 2026.
Pernyataan RTM itu menjadi klarifikasi langsung terhadap isu yang diangkat Pas. RTM menegaskan masih melibatkan Azlan dalam jadwal siaran mereka, sehingga menurut lembaga penyiaran, hubungan keanggotaan politik dan penugasan siaran tidaklah seperti yang dikabarkan.
Profil singkat Azlan Johar
Azlan Johar dikenal sebagai mantan penyerang yang produktif bagi tim negeri dan kebangsaan pada era 1980-an. Selain rekam jejak di lapangan, ia memiliki lisensi kejurulatihan sepak bola tingkat tinggi dan kini menjabat sebagai Pengerusi Yayasan Lagenda. Di bidang penyiaran, Azlan tercatat pernah berperan sebagai pengulas dan penganalisis dalam lebih dari 10 edisi Piala Dunia sepanjang kariernya.
Pada Sabtu lalu, Azlan termasuk di 15 individu yang diumumkan masuk Pas dalam acara ceramah umum menjelang pilihan raya di Seremban. Selain Azlan, nama-nama lain yang turut diumumkan adalah bekas menteri Zaid Ibrahim dan bekas Exco Negeri Sembilan Mohamad Rafie Malek.
Polemik ini menempatkan dua isu utama di hadapan publik: kebebasan berpolitik bagi tokoh media dan penyiaran, serta bagaimana lembaga penyiaran negara menangani keterlibatan personal publik dalam aktivitas politik. Pas meminta kejelasan prosedural, sementara RTM menyanggah adanya hubungan keanggotaan politik Azlan dan statusnya dalam jadwal siaran resmi.
Perkembangan selanjutnya kemungkinan akan bergantung pada klarifikasi lanjutan dari pihak-pihak terkait dan apakah ada tindakan administratif lebih lanjut yang diumumkan. Hingga saat ini, kedua pihak—Pas dan RTM—telah menyampaikan posisi mereka secara terbuka.





