Home / Politik / Budi Arie Bantah Isu ‘Pisah’ dari Jokowi

Budi Arie Bantah Isu ‘Pisah’ dari Jokowi

Budi Arie

Mediainfo.biz – Ketum Projo Budi Arie Setiadi menegaskan hubungan organisasi relawan itu dengan Joko Widodo tetap solid dan menolak tuduhan bahwa Projo menjauh atau berpisah dari mantan Presiden RI tersebut.

Latar Belakang

Dalam kongres ke-III yang digelar oleh Projo di Jakarta, Budi Arie Setiadi selaku Ketua Umum organisasi relawan yang kerap dikaitkan dengan Presiden Joko Widodo membantah kabar yang menyebut bahwa Projo telah “berpisah” atau menjauh dari Jokowi. Isu ini muncul di tengah rencana transformasi Projo yang mencakup perubahan logo dan arah strategis organisasi, yang kemudian memicu spekulasi bahwa hubungan Projo dengan Jokowi mulai mengalami pergeseran.


BACA JUGA : Indonesia Gabung BRICS: Peluang & Tantangan Global

Pernyataan Tepisannya

Budi Arie secara tegas menyatakan bahwa:

  • “Saya ingin menjelaskan … karena dari perkembangan berita ini seolah-olah disampaikan terkesan Projo putus hubungan dengan Pak Jokowi. Jangan di-framing.” ucap Budi Arie
  • Ia mengingatkan bahwa Projo “lahir karena ada Pak Jokowi,” menegaskan bahwa sejarah organisasi ini memang berakar pada dukungan terhadap mantan Presiden tersebut.
  • Dia juga meminta agar media tidak digunakan sebagai sarana adu domba antar anak bangsa dengan memunculkan narasi yang menurutnya tidak tepat.


Konteks Transformasi Projo

Tuduhan tentang “pisahnya” Projo Budi Arie dari Jokowi muncul paralel dengan beberapa perubahan internal Projo, antara lain:

  • Rencana penggantian logo Projo yang selama ini menampilkan wajah Jokowi, sebagai bagian dari program transformasi organisasi agar tidak terkesan kultus individu.
  • Arah politik Projo yang disebut-sebut mulai mengarah pada dukungan terhadap pemerintahan yang berkuasa saat ini, dan kemungkinan kerjasama atau integrasi dengan partai politik seperti Partai Gerindra. 

Pembaruan tersebut ditafsirkan oleh sebagian pengamat sebagai sinyal bahwa Projo ingin memperluas basisnya atau menggeser identitasnya dari semata relawan Jokowi ke relawan yang lebih umum atau politis.


Kenapa Isu ‘Pisah’ Ini Muncul

Beberapa faktor yang memicu munculnya isu ini antara lain:

  1. Perubahan Logo dan Identitas – Perubahan visual organisasi Projo memberi kesan bahwa ada kebutuhan untuk “move on” dari citra relawan khusus Jokowi.
  2. Hubungan dengan Partai Politik – Indikasi bahwa Projo bisa merapat ke partai politik memunculkan spekulasi bahwa dukungan eksklusif kepada Jokowi mulai dilepas.
  3. Media Framing – Budi Arie sendiri menuding bahwa pemberitaan yang memunculkan friksi atau “cerai” dengan Jokowi adalah hasil framing yang tidak akurat.
  4. Dinamisnya Skenario Politik – Dalam konteks persiapan politik ke depan, relawan seperti Projo memerlukan fleksibilitas dan mungkin memilih strategi yang berbeda dari sebelumnya.


Arti Penting Pernyataan Budi Arie

Pernyataan Budi Arie punya beberapa makna politis dan simbolis:

  • Menegaskan Loyalitas – Dengan menekankan bahwa Projo masih berdiri “karena” Jokowi, ia ingin menunjukkan bahwa tidak ada pengkhianatan atau putus hubungan.
  • Menjaga Citra Organisasi – Projo sebagai relawan besar yang pernah berperan dalam dua periode kepresidenan Jokowi ingin menjaga citra agar tetap konsisten dan tidak mudah dianggap berubah haluan.
  • Menarik Basis Akar Rumput – Pernyataan tersebut penting untuk membangun rasa aman dan kepercayaan di kalangan anggota dan simpatisan Projo bahwa nilai sejarah tetap dipegang.
  • Menghindari Konflik Internal – Dengan membantah isu “pisah”, organisasi menghindari perpecahan internal yang bisa muncul jika para anggota merasa ditinggalkan atau diabaikan.


Tantangan yang Harus Dihadapi Projo

Adapun beberapa tantangan yang kini dihadapi Projo dalam menghadapi isu tersebut:

  • Menjaga Konsistensi Dukungan – Meskipun menegaskan loyalitas ke Jokowi, arah politik yang berubah bisa membuat sebagian anggota merasa kurang nyaman atau bingung.
  • Transparansi Strategi – Perubahan identitas dan kerjasama politik ke depan perlu dijelaskan dengan jelas agar tidak menimbulkan spekulasi negatif atau tuduhan oportunisme.
  • Mengelola Persepsi Publik – Kabarnya bahwa relawan ini siap mendukung pemerintahan saat ini bisa ditafsirkan sebagai loncat partai atau opportunistik, sehingga butuh manajemen komunikasi yang baik.
  • Mempertahankan Basis Relawan – Relawan yang dulu bergabung karena kekaguman terhadap Jokowi mungkin menuntut kejelasan: apakah Projo masih loyal kepada visi dan misi yang sama atau berubah?


Implikasi Politik ke Depan

Isu ini memiliki implikasi bagi peta politik relawan dan partai di Indonesia:

  • Jika Projo benar-benar memperluas basis dan merapat ke partai politik, maka struktur relawan tradisional yang berbasis sosok pemimpin bisa berubah menjadi instrumen partai yang lebih formal.
  • Hubungan antara Jokowi dan relawan setianya menjadi penting dalam pengaturan dukungan politik untuk pemilu atau pemilihan umum mendatang. Pernyataan jelas bahwa tidak ada “putus” memberi sinyal bahwa koalisi atau jaringan relawan tetap solid.
  • Media dan publik akan mengawasi tindakan Projo selanjutnya — apakah benar hanya menjadi relawan pasar atau akan terlibat lebih terbuka dalam politik partai, dan bagaimana hal itu memengaruhi citra Jokowi sebagai figur yang memunculkan relawan ini.


Kesimpulan

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi secara resmi membantah bahwa organisasi relawan yang dipimpinnya telah berpisah atau memutus hubungan dengan Presiden Joko Widodo. Pernyataan tersebut penting untuk menjaga loyalitas, citra organisasi, dan kepercayaan publik bahwa sejarah Projo tetap melekat pada sosok Jokowi.

Meski demikian, transformasi internal Projo — termasuk perubahan logo dan arah strategis menuju integrasi dengan partai politik — menandakan bahwa organisasi ini mengalami fase perubahan. Tantangannya kini adalah bagaimana menjelaskan arah tersebut tanpa kehilangan identitas serta dukungan relawan, dan bagaimana menjaga persepsi agar tetap positif di mata publik.

Dengan demikian, meskipun isu “pisah” telah ditepis, pengamatan ke depan akan terus melihat langkah nyata Projo: apakah tetap berada di sisi Jokowi sebagai relawan mendukung atau akan melakukan manuver politik yang lebih lebar.

Tag: