Atasi overthinking menjadi perhatian dalam kabar terbaru ini. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sekitar 28 juta masyarakat mengalami masalah kejiwaan. Selain depresi, keluhan soal overthinking atau kecenderungan berpikir berulang-ulang menjadi salah satu masalah mental yang banyak dikeluhkan.

Mengenali dan mencari cara atasi overthinking penting agar gangguan tersebut tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut penjelasan tentang pemicu, langkah praktis yang bisa dilakukan, serta tanda bahwa seseorang perlu mendapat dukungan profesional.
Mengapa Overthinking Sering Terjadi?
Overthinking sering muncul ketika seseorang merasa cemas, tidak pasti, atau menghadapi tekanan yang berkepanjangan. Pikiran yang terus berulang tentang masa lalu atau kekhawatiran terhadap masa depan dapat memperburuk suasana batin dan memicu respons fisik seperti sulit tidur atau kelelahan emosional.
Peningkatan eksposur terhadap informasi dan tuntutan pekerjaan maupun peran sosial juga kerap membuat otak terus mencari solusi dan skenario, sehingga memicu pola berpikir berulang yang tidak produktif.
Langkah Praktis untuk Atasi Overthinking
Beberapa langkah sederhana bisa membantu mengelola kecenderungan overthinking. Tidak semua cara akan cocok untuk setiap orang, namun beberapa strategi berikut sering dianggap membantu:
- Identifikasi pemicu: Catat situasi, waktu, atau tema tertentu yang memicu pikiran berulang. Mengetahui pemicu membantu menentukan langkah lanjutan.
- Batasi waktu berpikir: Sisihkan waktu khusus (misalnya 15–20 menit) untuk merenung atau merencanakan, lalu hentikan proses berpikir setelah waktu itu berlalu.
- Latihan pernapasan dan relaksasi: Teknik pernapasan dalam atau relaksasi progresif dapat menurunkan kecemasan dan menghentikan siklus pikiran negatif.
- Tulis jurnal: Menuliskan pikiran dapat membantu memindahkan beban dari kepala ke kertas sehingga memberi jarak emosional dan perspektif yang lebih jelas.
- Alihkan fokus dengan aktivitas fisik: Olahraga ringan atau jalan kaki seringkali efektif mengubah pola pikir dan meredakan ketegangan.
- Batasi paparan media sosial atau berita: Terlalu banyak informasi dapat memperparah kecemasan dan memicu overthinking.
- Berbagi dengan orang tepercaya: Bicara pada keluarga atau teman dapat memberi dukungan emosional dan sudut pandang berbeda.
Kapan Perlu Mencari Bantuan Profesional?
Jika pikiran yang berulang mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan, atau aktivitas sehari-hari, atau jika muncul gejala depresi dan kecemasan yang berat, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental. Profesional dapat membantu memberikan strategi pengelolaan, terapi, atau tindakan lain yang sesuai dengan kebutuhan individu.
Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Langkah kecil yang konsisten—seperti mengelola waktu berpikir, menjaga ritme tidur, dan mencari dukungan saat dibutuhkan—dapat membantu mengurangi intensitas overthinking dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.





